GPZ | PEMALANG - Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (Ampera) direncanakan melakukan aksi unjuk rasa (unras) terkait kerusakan jalan di Kabupaten Pemalang pada Kamis (19/05), namun aksi tersebut harus ditunda hingga Senin (23/05), lantaran unras yang sudah direncanakan bakal diganti dengan audiensi tanpa kehadiran Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo.
Koordinator Ampera, Andy Rustono dan Heru Kundhimiarso, menegaskan menolak jika unras ataupun audiensi nantinya hanya dihadapkan dengan dinas terkait.
"Tawaran dari Pemkab Pemalang aksi unjuk rasa secara terbuka diganti dengan audensi, kita tolak, karena diskusi yang ditawarkan tidak langsung dengan Bupati, melainkan hanya dengan dinas terkait," tegasnya mereka, Kamis (19/05).
Selain itu, kata Kundhimiarso, saat ini mereka juga tidak bisa menyampaikan tuntutan kepada DPRD Pemalang, karena Gedung DPRD dalam keadaan kosong, dimana seluruh Pimpinan dan Anggota Dewan tengah ada kegiatan di luar kota.
Kemudian, kata Andi Rustono, secara tegas menyatakan aksi tetap akan dilaksanakan dengan penyampaian secara terbuka di depan Gedung Bupati, dilanjutkan dialog bersama Bupati dan DPRD Pemalang.
"Aksi massa ini akan melibatkan warga dan kelompok masyarakat dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pemalang," ujarnya.
Tak hanya menggelar aksi unras, Ampera juga akan menempuh jalur hukum dengan menggugat orang nomor satu di Bumi Pusere Jawa itu.
Sementara, Wakil Ketua ll DPRD Pemalang, Khodori saat dikonfirmasi, membenarkan saat ini Pimpinan dan Anggota DPRD Pemalang sedang melakukan kunjungan kerja di luar kota, tepatnya di Jakarta.
"Kami sedang giat kunjungan kerja di Jakarta, selesai nanti hari Jum'at (20/05)," ujar Khodori via panggilan telepon.
Lanjut Khodori, ia berjanji nantinya Pimpinan DPRD Pemalang akan menemui massa Ampera secara langsung untuk menyerap aspirasi rakyat.
(Rgl)
