Dalam upaya mempererat hubungan bilateral dan memperluas pengaruh pariwisata di Asia Tenggara, Taiwan mengambil langkah signifikan dengan membuka Taiwan Tourism Information Center di Jakarta dan turut ambil bagian untuk pertama kalinya dalam ajang Medan Business Talk (MBT) yang digelar di Batam. Dua langkah strategis ini menandai babak baru dalam diplomasi pariwisata Taiwan, khususnya dalam menyasar wisatawan dari Indonesia yang kian menunjukkan minat tinggi terhadap Negeri Formosa tersebut.
Pusat informasi yang terletak di jantung Ibu Kota ini diresmikan pada Februari 2024 oleh Menteri Pariwisata Taiwan, sebagai simbol komitmen jangka panjang dalam memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya di bidang pariwisata. Dengan mengusung slogan “Taiwan is Your Best Friend”, pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif bagi para pelaku industri pariwisata dari kedua negara. Kehadirannya memberikan akses langsung kepada masyarakat dan mitra industri untuk mengenal lebih dalam tentang destinasi wisata, budaya, serta program-program promosi Taiwan yang terus berkembang.
Lebih dari sekadar infrastruktur promosi, langkah Taiwan di Indonesia memperlihatkan pendekatan diplomasi yang lebih personal dan humanis. Hal ini tampak dalam partisipasi Taiwan pada forum MBT di Batam—platform penting yanganah mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai wilayah. Untuk pertama kalinya, paviliun Taiwan tampil memikat dengan dekorasi khas yang menonjolkan lentera warna-warni, kehadiran maskot lucu "OhBear", serta permen nostalgia yang membangkitkan kenangan masa kecil. Pendekatan visual dan emosional ini terbukti efektif menarik perhatian peserta dan pengunjung.
Dalam sesi presentasi di forum tersebut, Taiwan menampilkan berbagai konsep pariwisata tematik yang sesuai dengan tren dan preferensi wisatawan Indonesia saat ini. Konsep healing slow travel misalnya, sangat cocok bagi mereka yang mencari ketenangan dan pengalaman reflektif di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban. Taiwan juga menawarkan perjalanan dengan kereta wisata bertema, serta festival musiman seperti sakura di musim semi dan bunga lily di musim panas yang selama ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan Asia, termasuk dari Indonesia.
Aspek kuliner pun tak luput dari sorotan. Taiwan memperkenalkan kekayaan makanan jalanannya yang terkenal lezat dan beraneka ragam, mulai dari stinky tofu, ayam goreng XXL, hingga beragam minuman teh khas yang sudah mendunia seperti bubble tea. Tak hanya memanjakan lidah, wisata kuliner Taiwan juga menyajikan sisi budaya yang kuat dan penuh cerita, menjadikannya bagian integral dari pengalaman wisata.
Untuk menjangkau generasi muda dan pelancong independen, Taiwan turut meluncurkan kampanye media sosial bertajuk “100 Destinasi Unggulan”, yang menampilkan lokasi-lokasi Instagramable yang viral dan estetis. Kampanye ini menjadi senjata promosi efektif di era digital, menyasar wisatawan yang mengutamakan visual, orisinalitas, dan pengalaman yang bisa dibagikan di media sosial.
Menariknya, Taiwan juga memberikan berbagai promosi eksklusif bagi wisatawan Indonesia yang bepergian secara individu, seperti potongan harga tiket masuk destinasi, paket wisata tematik, hingga diskon hotel. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas antusiasme tinggi masyarakat Indonesia yang menjadikan Taiwan sebagai salah satu destinasi impian.
Melalui kombinasi strategi tatap muka, kampanye digital, serta partisipasi aktif dalam forum industri, Taiwan ingin menegaskan bahwa negara ini bukan hanya sekadar tempat liburan, melainkan sahabat perjalanan yang hangat, inklusif, dan autentik. Diplomasi pariwisata Taiwan hari ini bukan sekadar soal menarik kunjungan, tetapi membangun hubungan emosional dan budaya yang langgeng antara masyarakat Taiwan dan Indonesia.(Yan)
